Ketika kamu memutuskan untuk memulai membangun usaha sendiri, tentu banyak hal yang harus dipersiapkan. Setelah memiliki ide, business plan, dan analisis lapangan, hal lain yang harus dipersiapkan adalah modal usaha.
Memang pada dasarnya modal usaha bukanlah hal yang utama yang harus dipersiapkan dalam membangun sebuah usaha, namun tanpa modal secara otomatis usaha yang akan kamu bangun tidak dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya.
Di dalam dunia bisnis, banyak sekali berbagai macam modal usaha. Salah satunya adalah opex (operational expenditure) atau belanja operasional dan capex (capital expenditure) atau belanja modal. Opex atau belanja operasional modal usaha rutin yang harus kamu keluarkan setiap bulannya atau bahkan setiap tahun, seperti biaya listrik dan air, sewa tempat, gaji karyawan dan kegiatan operasional perusahaan lainnya. Sedangkan capex atau belanja modal adalah dana yang harus kamu keluarkan untuk memulai membuka usaha untuk pertama kali.
Nah, dari kedua hal diatas, tentunya kamu membutuhkan capex atau belanja modal terlebih dahulu untuk memulai membangun sebuah usaha. Jika kamu kesulitan untuk mendapatkan modal usaha, kamu dapat mengumpulkan modal usaha terlebih dahulu. Lalu bagaimana caranya? Berikut tipsnya yang dapat kamu simak dari Cermati.com!
1. Menyisihkan pendapatan gaji
Jika kamu membangun bisnis sebagai usaha sampingan, dan pekerjaan utama yang kamu jalani adalah sebagai karyawan yang mendapatkan gaji setiap bulannya, maka kamu bisa menyisihkan pendapatan dari gaji yang kamu miliki untuk modal usaha.
Banyaknya dapat kamu sesuaikan dengan kemampuan. Semakin besar dana yang kamu alokasikan, maka akan semakin besar pula modal usaha yang kamu miliki.
Namun, kamu juga bisa menyamaratakan dana untuk modal usaha dan investasi sebanyak 10 persen dari gaji yang kamu dapatkan. Simpan dana tersebut di dalam rekening tabungan khusus untuk modal usaha.
2. Investasi
Cara lain untuk mengumpulkan modal usaha yang dapat kamu lakukan adalah dari investasi? Memang bisa ya? Tentu bisa! Investasikan uang yang kamu miliki pada instrumen yang menawarkan return atau imbal hasil yang tinggi, contohnya seperti investasi emas, investasi saham, investasi reksadana saham, investasi peer to peer lending, atau lainnya.
Return dari hasil investasi inilah yang nantinya dapat kamu tabung sebagai modal usaha. Tetapkan hasil investasi dan jangka waktu yang kamu inginkan, sehingga hal tersebut akan menentukan besaran anggaran investasi yang harus kamu keluarkan setiap bulannya.
3. Mencari penghasilan tambahan
Jika kamu merasa gaji yang kamu dapatkan sebagai karyawan kurang untuk anggaran investasi dan modal usaha. Maka kamu harus memutar otak untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Salah satu diantaranya adalah menjadi freelancer.
Kamu bisa menggunakan waktu luang untuk mengejar target yang kamu inginkan. Penghasilan dari freelancer ini nantinya bisa kamu gunakan untuk modal usaha.
4. Mencari investor
Saat membangun sebuah usaha, kamu dapat mencari investor sebagai sebagai pendana atau penanam modal. Suntikan modal yang kamu dapatkan dari investor sangatlah penting, mengapa? Karena tentunya membangun sebuah usaha membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Semakin banyak investor yang terpikat dengan usaha yang kamu bangun, maka semakin banyak pula bantuan dana yang akan kamu dapatkan. Dengan begitu, nantinya kamu akan memiliki kepastian sumber dana yang akan kamu dapatkan untuk mengembangkan bisnis kedepannya.
5. Alokasikan bonus dan THR
Bonus dan THR yang kamu dapatkan sebagai karyawan, bisa kamu gunakan untuk tabungan modal usaha. Tahan diri sejenak ketika bonus dan THR kamu sebagai karyawan telah kamu dapatkan. Tentunya modal yang kamu kumpulkan dari bonus dan THR ini, tak hanya sebagai modal awal saja, tetapi juga untuk menjalankan bisnis kedepannya.
Kamu dapat mengalokasikan semua bonus untuk tabungan modal usaha, sedangkan 50% dari THR untuk modal usaha dan sebagiannya untuk keperluan hari raya.
Itu dia cara yang dapat kamu lakukan untuk mengumpulkan modal usaha. Tetapi perlu diingat, menjadi seorang pengusaha harus kreatif, inovatif dan berani untuk melakukan suatu hal yang baru. Pikirkan segala cara yang baik untuk mendapatkan modal usaha, selain dengan mengajukan hutang.
Jika kamu memiliki tekad yang kuat untuk membangun usaha, maka nantinya akan ada jalan untuk mengumpulkan modal usaha meskipun jumlah yang diperlukan tidaklah sedikit.
Setelah mengumpulkan modal dan mendirikan usaha, hal lain yang sangat penting untuk dilakukan adalah mengatur usaha kamu. Nah, untuk itu kamu dapat menggunakan aplikasi Kasirini yang akan membantumu mengelola usaha yang kamu miliki seperti mencatat transaksi penjualan, mengelola stok produk, menampilkan laporan dan grafik penjualan, hingga mengatur jadwal serta absensi pegawai. Ayo download sekarang, Mate!