Pada zaman now seperti saat ini, siapa yang tidak mengenal media sosial atau medsos? Wadah eksistensi masyarakat yang bahkan bisa dibilang sebagai jendela dunia. Dilansir dari DataReportal menunjukkan bahwa jumlah pengguna media sosial di Indonesia mencapai 191,4 juta pada Januari 2022 yang mana jumlah angka ini meningkat dari tahun sebelumnya. Angka ini setara dengan 68,9% dari total populasi di Indonesia. Media sosial yang sering digunakan di urutan pertama adalah Youtube, yaitu sebanyak 139 juta pengguna pada tahun 2022; kemudian Facebook, yaitu mencapai 129,9 juta pengguna pada tahun 2022; Instagram mencapai 99,15 juta pengguna atau setara dengan 35,7% dari total populasi dan di urutan terakhir adalah Tiktok yang penggunanya mencapai 92,07 juta pada tahun 2022.
Rasanya di antara dari kita pasti memiliki keempat akun media sosial di atas, atau bahkan bisa memiliki lebih dari satu akun dari masing-masing aplikasi tersebut. Adanya media sosial, memang membuat kita merasa segalanya lebih mudah, kita bisa lebih up to date tentang informasi apa yang sedang terjadi, tentang teman-teman kita dan yang lainnya. Namun, jika kita tidak bisa absen untuk terus scrolling linimasa medsos yang kita miliki setiap hari hingga menyita waktu, dan menyebabkan kecanduan, maka sudah saatnya untuk berhenti dan melakukan detoks media sosial.
Apa sih detoks media sosial? Detoks media sosial adalah suatu kondisi dimana seseorang memutuskan untuk membatasi dirinya berinteraksi melalui media sosial. Contohnya dengan cara mengurangi atau berhenti menggunakan media sosial. Lamanya melakukan detoks media sosial, tergantung dari diri kita masing-masing. Bisa 1-5 hari atau bahkan sebulan atau lebih.
Mengapa perlu melakukan detoks media sosial? Karena berbagai penelitian telah melaporkan bahwa penggunaan media sosial jangka panjang dapat memberikan dampak negatif pada kesehatan mental. Diantaranya adalah peningkatan risiko depresi, kualitas tidur menurun, gangguan kecemasan sosial, menurunnya rasa percaya diri, merasa kesepian, menyakiti diri sendiri (Self-harm).
Nah untuk kamu yang masih bingung, berikut tips untuk melakukan detoks media sosial yang bisa kamu coba, diantaranya adalah:
1. Jauhkan smartphone dari jangkauan
Untuk memulai detoks media sosial, tentunya bukan suatu hal yang mudah seperti membalikan telapak tangan. Jika memiliki waktu luang tentunya kita pasti tidak bisa jauh jauh dari media sosial. Namun, hal itu wajib dihindari, jauhkan ponsel dari jangkauan kamu, lalu ganti nada dering ke mode getar atau silent sehingga tidak mengganggu pikiranmu dan setelahnya kamu dapat melakukan aktivitas dengan fokus.
2. Matikan notifikasi media sosial
Salah satu cara ini bisa dapat membantu disaat kamu melakukan detoks media sosial, matikan notifikasi dari semua media sosial yang kamu miliki agar tidak terus menerus tergoda untuk cek handphone. Bila perlu atur aplikasi yang penting dan diperlukan untuk di pasang di bagian depan handphone.
3. Pasang alarm untuk membatasi waktu akses media sosial
Membatasi waktu untuk mengakses media sosial, termasuk salah satu cara yang paling efektif. Menurut psikolog, batas wajar untuk menggunakan media sosial adalah 30 menit hingga 1 jam perhari. Itu artinya kamu dapat membagi waktu untuk mengakses media sosial dalam beberapa bagian, contoh 15 menit di pagi hari, 15 menit di siang hari, 15 menit di saat free time, dan 15 menit di malam hari. Setelah selesai waktunya, kamu bisa logout dari akun media sosial kamu dengan memasang alarm.
4. Buat jadwal “Hari tanpa media sosial”
Kamu dapat menentukan satu hari atau beberapa hari dalam seminggu untuk membuat jadwal tanpa media sosial, misalnya pada hari Minggu, atau pada hari Senin dan Jumat. Sesuaikan jadwal yang kamu miliki untuk membuat jadwal tersebut. Sehingga kamu dapat menggunakan waktu yang kamu miliki dengan efektif, seperti berkumpul bersama keluarga, hangout, atau melakukan hobi yang kamu sukai.
5. Hapus aplikasi media sosial
Tips yang terakhir adalah langkah yang paling ekstrem untuk kamu yang masih kecanduan media sosial. Pilih beberapa media sosial yang akan dihapus, yang sekiranya aplikasi tersebut sudah banyak memakan waktumu dan membuat kamu kecanduan.
Untuk percobaan pertama, kamu dapat menghapus media sosial selama 3-5 hari, setelah itu lalu resapi perubahan apa yang ada dalam dirimu.
Setelah dirasa berhasil dalam kurun waktu 3-5 hari kamu dapat mengunduh kembali aplikasi media sosial yang kamu gemari, namun tetap pada pemakaian yang wajar, dengan membatasi waktu yang dapat kamu tentukan sendiri. Jika dirasa kamu tidak merasa ada perubahan dan masih kecanduan, kamu dapat menghapusnya kembali untuk jangka waktu yang panjang.
Berlebihan saat memakai media sosial, lebih baik melakukan hal yang bermanfaat seperti olahraga, bisnis, membuat suatu karya dll. Daripada sibuk scrolling media sosial kamu, lebih baik kepoin aplikasi penjualan dan wirausaha Kasirini. Kamu bisa mendapatkan semua analisa dan laporan usaha yang kamu perlukan untuk kamu gunakan untuk mengembangkan usahamu lho.
Nah, berikut tips untuk kalian yang ingin melakukan detoks media sosial. Sudah siap mencoba?


